artikel

15 May 2017

Waspadai Lingkar Perut Melebar

Sindrom metabolik adalah suatu kumpulan faktor risiko atau ketidaknormalan dengan gejala secara bersama-sama atau sendiri, sebagai akibat dari komplikasi obesitas yang meningkatkan risiko diabetes melitus serta gangguan pada jantung dan pembuluh darah.

Kondisi yang berhubungan dengan sindrom metabolik, adalah:

- Obesitas sentral / abdominal, obesitas yang terkonsentrasi di daerah perut, ditandai dengan meningkatnya lingkar perut.

- Gangguan lemak, ditandai dengan meningkatnya konsentrasi trigliserida, apolipoprotein B dan jumlah partikel small dense LDL, serta diikuti dengan penurunan konsentrasi kolesterol HDL.

- Peningkatan tekanan darah.

- Resistensi insulin, disebut juga sebagai prediabetes.

- Kondisi proinflamasi, berperan dalam proses peradangan, ditandai dengan peningkatan high sensitivity C-Reaction Protein (hsCRP).

- Kondisi protrombotik, berperan dalam proses pembekuan darah, ditandai dengan meningkatnya Plasminogen Activator Inhibitor 1 (PAI-1) dan fibrinogen.

Menurut WHO, persyaratan utama sindrom metabolik adalah adanya hiperinsulinemia (kadar insulin dalam darah yang tinggi) dan atau ditemukannya adanya gangguan glukosa darah puasa dan toleransi glukosa atau diabetes melitus tipe 2, disertai dengan 2 faktor lain, dari 4 kriteria berikut, yaitu apakah ada hipertensi, dislipidemia, obesitas sentral (abdominal) dan mikroalbuminuria.

Sedangkan menurut NCEP-ATP III, tidak ada persyaratan utama, tetapi asal memenuhi minimal 3 faktor risiko dari 5 kriteria berikut: obesitas sentral, kenaikan trigliserida, penurunan kolesterol HDL, kenaikan tekanan darah dan kenaikan glukosa darah puasa. Obesitas sentral untuk orang Indonesia adalah bila lingkar perut pada pria sama atau lebih dari 90 cm dan wanita sama atau lebih dari 80 cm.

Dalam praktik sehari-hari kriteria WHO sulit diterapkan, tetapi yang menjadi masalah dalam kriteria NCEP-ATP III adalah adanya perbedaan nilai normal lingkar perut antara berbagai etnis. Pada tahun 2000 WHO mengusulkan ukuran lingkar perut sebagai batas ukuran obesitas sentral.

Orang Asia memiliki lingkar perut 90 cm untuk pria dan 80 cm untuk wanita. Oleh karena itu, untuk mendiagnosis sindrom metabolik di Indonesia, pada umumnya menggunakan kriteria NCEP-ATP III dengan modifikasi batasan lingkar perut yang sesuai.