artikel

15 Nov 2017

Prediabetes, Tanda Untuk Mulai Mencegah

Prediabetes adalah suatu keadaan dimana kadar glukosa, atau gula darah, di atas kadar normal tapi masih di bawah batasan kadar gula darah untuk diagnosis diabetes. Hasil pemeriksaan kadar gula darah setelah puasa sekitar 8-10 jam antara 100-125 mg/dL, atau kadar glukosa darah 2 jam paska puasa glukosa 75 gram antara 140-199 mg/dL.

Prediabetes bukanlah suatu penyakit tetapi berupa gangguan, sehingga tidak ada gejala yang nampak mencurigakan. Prediabetes adalah warning sign. Saat ini masih banyak simpang siur mengenai apa saja faktor risiko yang membuat seseorang menjadi prediabetes. Diantaranya adalah usia di atas 45 tahun, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, terdapat riwayat yang menyandang diabetes, kegemukan, pernah melahirkan bayi dengan berat di atas 4 kg, dan saat hamil memiliki kadar gula yang tinggi.

Diawali dari gaya hidup yang buruk

Gaya hidup tidak sehat diantaranya adalah kurang melakukan aktivitas (olahraga), banyak mengonsumsi makanan kaya lemak (junk food), dan sering mengalami stres. Tanpa disadari hal tersebut akan menyebabkan gangguan keseimbangan pada metabolisme tubuh sehingga memicu terjadinya penimbunan gula yang disimpan dalam bentuk lemak dan menyebabkan individu mengalami obesitas.

Penyandang prediabetes sebaiknya rutin memeriksakan kadar gula darahnya, baik sewaktu puasa atau tidak puasa. Pemantauan yang rutin dilakukan dapat mencegah kenaikan kadar gula darah sekaligus meningkatkan kontrol terhadap pola makan sehingga berat badan tidak berlebihan.

Apa yang harus dilakukan untuk mencegahnya?

Intervensi gaya hidup (pembatasan kalori dan aktivitas fisik intensitas moderat) pada penyandang prediabetes sangat bermanfaat dalam mencegah perkembangan diabetes tipe-2 dan mampu mengurangi insiden prediabetes menuju diabetes. Sebaliknya, upaya pencegahan diabetes dengan obat ternyata memiliki kelemahan termasuk di antaranya toksisitas, tolerabilitas, biaya dan efikasi yang lebih rendah dibanding intervensi gaya hidup.

Penelitian internasional menunjukkan, bahwa diabetes tipe-2 dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat. Oleh karena itu, semua penderita prediabetes haruslah mendapatkan penatalaksanaan yang cukup, meliputi perubahan gaya hidup yang intensif, aman dan efektif guna memperbaiki kadar glikemia, dan menurunkan risiko kardiovaskular.

- Menurunkan berat badan (bagi mereka yang kegemukan) sebesar 5-10% (5kg untuk individu dengan berat badan 90 kg).

- Mengonsumsi makan sehat dan seimbang.

- Melakukan latihan fisik dengan intensitas sedang selama 30-60 menit per hari, atau sekurang-kurangnya 4 hari dalam seminggu.