artikel

15 Nov 2017

Mengapa bisa kena serangan jantung meski kolesterol normal?

Serangan jantung merupakan suatu kondisi jantung tidak dapat berfungsi setelah otot penggeraknya rusak akibat kekurangan pasokan oksigen. Penyebab utamanya adalah aterosklerosis (atherosclerosis), merupakan penyempitan atau pengerasan pembuluh darah, yang menyebabkan darah pembawa oksigen terhambat sampai ke jaringan sel otot jantung.

Salah satu penyebab terjadinya aterosklerosis yaitu kadar kolesterol darah yang tinggi, sehingga terjadi penumpukkan pada dinding pembuluh darah yang berlangsung lama menjadi gumpalan keras atau plak, yang terbentuk bersama kalsium dan sampah hasil metabolisme tubuh.

Tetapi terdapat pula kasus pasien yang dari pemeriksaan sebelumnya memiliki kadar kolesterol normal, ternyata juga mengalami serangan jantung tiba-tiba yang berakibat fatal. Setelah ditelusuri, pasien tersebut memang memiliki kadar kolesterol normal, tetapi banyak ditemukan yang ukurannya kecil tapi padat atau yang disebut small dense, LDL (Low Density Lipoprotein) jenis yang lebih berbahaya sebagai penyebab terjadinya aterosklerosis. LDL itu sendiri terdapat dalam beberapa bentuk, yang dibedakan dari ukuran diameter partikelnya, small dense itulah yang paling berbahaya.

Oleh karena itu, pemeriksaan kadar kolesterol darah yang menjadi prosedur standar untuk memperkirakan risiko terjadinya serangan jantung, perlu dilengkapi dengan pemeriksaan lanjut mengenai kondisi LDL yang berperan dalam pembentukan aterosklerosis tersebut.

Ambang batas toleransi LDL yang dianggap aman berada pada kisaran 130-160 mg/dl. Namun dari penelitian lebih lanjut, ternyata LDL yang bahaya adalah yang berukuran kecil (small dense), kurang dari 25,5 nm, karena mudah masuk ke lapisan dalam pembuluh darah (intima). Small dense LDL yang terperangkap itu mudah teroksidasi oleh senyawa radikal bebas menjadi LDL teroksidasi (oxidized LDL), membentuk 'sel busa' yang mengembung di dinding pembuluh darah. Ditambah zat lain yang terbawa aliran darah dan menyangkut pada sel busa tersebut akan terbentuk plak, suatu adonan keras yang mengganjal di pembuluh darah. Small Dense LDL terbentuk bila kadar trigliserida dalam darah memiliki jumlah tinggi (hipertrigliseridemia).

Small Dense LDL mengalami oksidasi tahap awal menjadi oxidized LDL, yang menyebabkan monosit (salah satu jenis sel darah putih) masuk ke dalam lapisan dinding pembuluh darah sebagai makrofag untuk membersihkan oxidized LDL. Namun, oxidized LDL yang mengalami oksidasi tahap lanjut menyebabkan makrofag berubah menjadi sel busa, yang akan merangsang sel otot polos berpindah ke lapisan dinding pembuluh darah. Sel otot polos ini akan membelah untuk memperbanyak diri dengan akibat terbentuknya plak ateroma yaitu benjolan pada dinding pembuluh darah yang berisi lemak (kolesterol LDL), sel busa, sel otot polos, dan lainnya. Plak ateroma inilah yang menyebabkan saluran pembuluh darah tersumbat.